KUMA Tawaang: Membangun Kemandirian Ekonomi Berbasis Pengetahuan Masyarakat Adat Minahasa dari Sub-etnis Tontemboan, di Desa Wuwuk
Jaga III, Desa Wuwuk Barat, Kecamatan Tareran, Kabupaten Minahasa Selatan, Provinsi Sulawesi Utara menjadi rumah bagi Kelompok Usaha Masyarakat Adat (KUMA) Tawaang, sebuah kelompok usaha yang dibentuk oleh Masyarakat Adat Minahasa dari sub-etnis Tontemboan.Organisasi ini mengembangkan berbagai usaha ekonomi yang berakar pada pengetahuan lokal, sekaligus memperkuat bahasa, budaya, dan...
Sawah Dicetak, Suara Rakyat Dikubur? 🌾🚜
Ini adalah realitas pahit dari proyek cetak sawah bernilai puluhan miliar di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Di balik klaim "pembangunan", ada warga yang ketakutan dan hutan lindung yang terancam.
Audio ini adalah suara Rama Wijaya @taufikramaw , seorang pemuda adat dari Ma'la'bo, Mamasa. Ia menyuarakan apa yang selama ini dipendam oleh masyarakat yakni ketakutan akan kembalinya bayang-bayang masa lalu ketika...
27 Agustus 2025
Penulis: Arman Seli
MEDIO Desember 2019. Terik matahari mengiringi perjalanan dari kota Palu menuju Tuva dan Omu. Desa yang berada di Kecamatan Gumbasa,...
8 Juli 2025
Penulis: Arman Seli
PU’U Ntana atau yang dalam penyebutan sehari-hari sebagai Puntana adalah sebuah kampung di dataran tinggi Sulawesi Tengah. Secara administrasi tercatat...
8 Juni 2025
“Jika masyarakat mengenal dan memahami komunitasnya, maka akan mudah juga mengidentifikasi ancaman, baik dari dalam maupun luar.”
Penulis: Arman Seli
PENGURUS Kampung (PKam) Barisan...
Penampilan pemeran yang berperilaku seperti “orang cacat” sebenarnya bentuk pendidikan untuk mengajarkan bahwa “perilaku cacat” tidak boleh dilakukan oleh manusia. Sementara perilaku binatang untuk menyindir kelakuan manusia yang seperti hewan. Manusia, ya berperilakulah selayaknya manusia.
Masyarakat adat Baruppu’ memiliki keunikan sendiri dibanding wilayah Toraja lainnya terkait ritus ini. Di wilayah adat Toraja lain, mayat akan dikeluarkan dan dibersihkan. Dalam pelaksanaannya juga, mayat akan diatur dalam posisi berdiri, sehingga memunculkan stereotip “mayat berjalan” atau “mayat berdiri” di Toraja.
21 Mei 2025
“Jangan sampai berbagai bentuk pembangunan, keserakahan manusia, kemudian harta berharga itu hilang. Kalau itu hilang, berarti kita kehilangan bukti sebagai pemilik tanah...
Terlepas dari kepercayaan yang dianut oleh pemeluk agama Aluk, ritual manuk a’pak dilakukan bukan hanya dilaksanakan dalam rangka melakukan penyembahan kepada dewata, tapi juga sebagai bentuk kecintaan manusia kepada alam tempat mereka tanggal. Inilah alasan kenapa para pemeluk Aluk sangat menghargai alam dalam kehidupan mereka sehari-hari.
Alam ini sangat penting, sebab alam itu tempat berpijak, manusia makan dari hasil tanah ini, dari alam ini. Karena itu penting sekali manusia harus menjaga sumber kehidupannya. Dengan tidak menjaga sumber kehidupan, manusia sendiri akan meracuni dirinya sendiri. Berarti ia mau membuat dirinya dan anak-cucunya turun-temurun mati perlahan-lahan.