KUMA Tawaang: Membangun Kemandirian Ekonomi Berbasis Pengetahuan Masyarakat Adat Minahasa dari Sub-etnis Tontemboan, di Desa Wuwuk
Jaga III, Desa Wuwuk Barat, Kecamatan Tareran, Kabupaten Minahasa Selatan, Provinsi Sulawesi Utara menjadi rumah bagi Kelompok Usaha Masyarakat Adat (KUMA) Tawaang, sebuah kelompok usaha yang dibentuk oleh Masyarakat Adat Minahasa dari sub-etnis Tontemboan.Organisasi ini mengembangkan berbagai usaha ekonomi yang berakar pada pengetahuan lokal, sekaligus memperkuat bahasa, budaya, dan sistem pengetahuan masyarakat adat.
Berbeda dengan kelompok usaha pada umumnya, KUMA Tawaang memandang bahwa kemandirian ekonomi tidak dapat dipisahkan dari keberlanjutan pengetahuan. Bagi mereka, kesejahteraan bukan hanya diukur dari hasil panen atau pendapatan, tetapi juga dari kemampuan masyarakat mempertahankan bahasa, cerita, ingatan kolektif, dan hubungan dengan wilayah adat.
Nama Tawaang diambil dari tanaman yang dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai andong merah, atau hanjuang atau tabang. Bagi Masyarakat Adat Minahasa secara umum, tanaman ini memiliki makna yang penting. Tawaang digunakan sebagai penanda batas wilayah, penanda sumpah, serta menjadi bagian dari berbagai upacara adat.
Karena itu, nama Tawaang dipilih sebagai simbol hubungan antara masyarakat dengan tanah, adat, dan nilai-nilai yang diwariskan oleh para leluhur.
Apa yang Dikerjakan KUMA Tawaang
Pertanian
Pertanian menjadi salah satu kegiatan utama KUMA Tawaang. Anggota kelompok mengelola kebun untuk menghasilkan padi, jagung, cabai, cengkeh, sayuran, dan berbagai komoditas lokal lainnya sebagai sumber pangan sekaligus penghidupan masyarakat.
Peternakan
Selain berkebun, KUMA Tawaang mengembangkan usaha peternakan untuk memperkuat ketahanan pangan dan menambah sumber pendapatan anggota komunitas.
Perikanan
Budidaya ikan air tawar menjadi salah satu usaha yang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pangan sekaligus menciptakan peluang ekonomi berbasis sumber daya lokal.
Produk Lokal
KUMA Tawaang juga memproduksi berbagai produk olahan dan kerajinan yang memanfaatkan hasil pertanian serta keterampilan anggota komunitas. Produk-produk tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekonomi yang bertumpu pada potensi lokal.
Pendidikan dan Pengetahuan
Bagi KUMA Tawaang, pendidikan tidak selalu berlangsung di ruang kelas.
Pengetahuan diwariskan melalui percakapan di kebun, cerita para tetua, bahasa sehari-hari, serta pengalaman hidup masyarakat.
Atas dasar itulah KUMA Tawaang menyusun berbagai bahan belajar untuk anak-anak, termasuk buku bergambar berbahasa Tontemboan dan kumpulan cerita rakyat yang bertujuan memperkenalkan kembali bahasa, tumbuhan, hewan, serta cerita lisan kepada generasi muda.
Wuwuk Film
Sejak tahun 215, Wuwuk Film berkembang sebagai ruang kreatif yang kini menjadi bagian dari KUMA Tawaang.
Komunitas ini menjadi wadah bagi pemuda adat untuk belajar fotografi, produksi film, dokumentasi, desain, penyuntingan, hingga pengarsipan pengetahuan masyarakat.
Berbagai karya Wuwuk Film mendokumentasikan kehidupan Masyarakat Adat dari sudut pandang masyarakat itu sendiri, sehingga mereka tidak hanya menjadi objek cerita, tetapi juga menjadi pembuat dan pemilik narasi.
Pengetahuan sebagai Fondasi Kemandirian
KUMA Tawaang meyakini bahwa penguasaan terhadap sistem pengetahuan Masyarakat Adat merupakan dasar untuk membangun kehidupan yang mandiri.
Pengetahuan mengenai bahasa, wilayah adat, tumbuhan, hewan, pangan, sejarah kampung, hingga cerita lisan dipandang sebagai modal yang sama pentingnya dengan modal ekonomi.
Tanpa pengetahuan tersebut, masyarakat dapat tetap tinggal di wilayah adatnya, tetapi perlahan kehilangan kemampuan untuk memahami, mengelola, mempertahankan, dan menentukan masa depan wilayahnya sendiri.
Buku yang Diterbitkan
Sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan pengetahuan, KUMA Tawaang telah menerbitkan dua buku untuk anak-anak.
Ayo Mengenal Hewan dan Tumbuhan dalam Bahasa Tontemboan
Buku ini disusun sebagai bahan belajar bagi anak usia dini untuk mengenal nama-nama hewan dan tumbuhan dalam bahasa Tontemboan.
Cerita Tua Tontemboan untuk Anak-Anak
Buku ini menghadirkan cerita rakyat, fabel, dan kisah bijak yang diwariskan secara lisan oleh Masyarakat Adat Minahasa dari sub-etnis Tontemboan kepada generasi berikutnya.
Dampak
Kehadiran KUMA Tawaang telah memperkuat berbagai aspek kehidupan masyarakat, antara lain:
- Penguatan ekonomi berbasis komunitas.
- Pelestarian bahasa Tontemboan.
- Dokumentasi pengetahuan masyarakat adat.
- Regenerasi pemuda adat.
- Pengembangan pendidikan berbasis budaya.
- Produksi film dan dokumentasi komunitas.
- Penguatan identitas budaya masyarakat adat.
Informasi Organisasi
| Informasi | Keterangan |
|---|---|
| Nama Organisasi | KUMA Tawaang |
| Bentuk | Kelompok Usaha Masyarakat Adat |
| Lokasi | Jaga III, Desa Wuwuk Barat, Kecamatan Tareran, Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara |
| Wilayah Adat | Masyarakat Adat Minahasa dari sub-etnis Tontemboan |
| Fokus | Pertanian, Peternakan, Perikanan, Produk Lokal, Pendidikan, Dokumentasi Budaya |
| Unit Kreatif | Wuwuk Film |
| Pendekatan | Partisipatif, berbasis komunitas, dan pengetahuan masyarakat adat |
Website : https://kumatawaang.blogspot.com/







