Tag: BUDAYA

KUMA Tawaang

KUMA Tawaang: Membangun Kemandirian Ekonomi Berbasis Pengetahuan Masyarakat Adat Minahasa dari Sub-etnis Tontemboan, di Desa Wuwuk Jaga III, Desa Wuwuk Barat, Kecamatan Tareran, Kabupaten Minahasa Selatan, Provinsi Sulawesi Utara menjadi rumah bagi Kelompok Usaha Masyarakat Adat (KUMA) Tawaang, sebuah kelompok usaha yang dibentuk oleh Masyarakat Adat Minahasa dari sub-etnis Tontemboan.Organisasi ini mengembangkan berbagai usaha ekonomi yang berakar pada pengetahuan lokal, sekaligus memperkuat bahasa, budaya, dan...

Proyek Sawah Rp9,1 Miliar di Mamasa, Rakyat Tertekan

Sawah Dicetak, Suara Rakyat Dikubur? 🌾🚜 Ini adalah realitas pahit dari proyek cetak sawah bernilai puluhan miliar di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Di balik klaim "pembangunan", ada warga yang ketakutan dan hutan lindung yang terancam. Audio ini adalah suara Rama Wijaya @taufikramaw , seorang pemuda adat dari Ma'la'bo, Mamasa. Ia menyuarakan apa yang selama ini dipendam oleh masyarakat yakni ketakutan akan kembalinya bayang-bayang masa lalu ketika...
spot_img

Orang Puntana: Migrasi Lokal, Genealogi dan Bahasa Maya

8 Juli 2025 Penulis: Arman Seli PU’U Ntana atau yang dalam penyebutan sehari-hari sebagai Puntana adalah sebuah kampung di dataran tinggi Sulawesi Tengah. Secara administrasi tercatat...

Negeri Baruppu’: Banua Sura’, Membuka Makam dan Resiliensi Talas

Masyarakat adat Baruppu’ memiliki keunikan sendiri dibanding wilayah Toraja lainnya terkait ritus ini. Di wilayah adat Toraja lain, mayat akan dikeluarkan dan dibersihkan. Dalam pelaksanaannya juga, mayat akan diatur dalam posisi berdiri, sehingga memunculkan stereotip “mayat berjalan” atau “mayat berdiri” di Toraja.

Bupati Sederhana Pencinta Budaya Sangihe, Sahabat Pierre Tendean

Pak Mende mengajarkan kita filosofi taumatang Sangihe, ‘Masana’ kere wombokang, sualung keng duku’ batu’. Maknanya, sudah rendah hati, sopan, santun. Kalau mau jadi pemimpin harus seperti ini. Jangan melihat ke atas, tapi harus tau merunduk untuk melihat ke bawah.

Membaca Bencana: Relasi Manusia, Sang Khalik dan Alam Semesta dalam Kosmologi Minahasa

Alam ini sangat penting, sebab alam itu tempat berpijak, manusia makan dari hasil tanah ini, dari alam ini. Karena itu penting sekali manusia harus menjaga sumber kehidupannya. Dengan tidak menjaga sumber kehidupan, manusia sendiri akan meracuni dirinya sendiri. Berarti ia mau membuat dirinya dan anak-cucunya turun-temurun mati perlahan-lahan.

Watu Laney: Batu Licin Penghalau Lalim

Watu laney naria, tino'tolan umbale niow e ndoon, nianamo mahalentekokan tarendem lewo' ne kawanua e ndoon

Wolay, Rumonga’ Sincom dan Filosofi Hidup Tou A’kel

Seho memang tak bisa dipisahkan dari tou Minahasa. Seho adalah penjaga hidup dan kehidupan tou Minahasa itu sendiri.

🖥️ Best Viewed on Desktop

Anthropocelebes.org is designed for the best reading and research experience on desktop or laptop computers. Mobile support is currently limited.

Android (Chrome) Tap ⋮ in the upper-right corner, then choose Desktop site.
iPhone / iPad (Safari) Tap aA in the address bar, then choose Request Desktop Website.