Gerard Tiwow

KUMA Tawaang

KUMA Tawaang: Membangun Kemandirian Ekonomi Berbasis Pengetahuan Masyarakat Adat Minahasa dari Sub-etnis Tontemboan, di Desa Wuwuk Jaga III, Desa Wuwuk Barat, Kecamatan Tareran, Kabupaten Minahasa Selatan, Provinsi Sulawesi Utara menjadi rumah bagi Kelompok Usaha Masyarakat Adat (KUMA) Tawaang, sebuah kelompok usaha yang dibentuk oleh Masyarakat Adat Minahasa dari sub-etnis Tontemboan.Organisasi ini mengembangkan berbagai usaha ekonomi yang berakar pada pengetahuan lokal, sekaligus memperkuat bahasa, budaya, dan...
spot_img

Melihat Gastronomi Tana’ Melalui Kacamata Biru

Sama seperti di Eropa, koki-koki yang memasak dominannya laki-laki

Jejak Liberika Tomohon: Sejarah dan Kelahiran Baru di Elmonts

Kopi telah lama mendunia. Ia hadir dan berkembang bersama kebudayaan dari satu peradaban ke peradaban yang lain. Ia menjadi teman banyak kisah. Dari asmara, kenikmatan hidup, hingga revolusi di berbagai belahan bumi.

Tradisi Pertunjukan Lawak Minahasa: Mengorek Ingatan Poke’ke’ dan Ongkor 

Penampilan pemeran yang berperilaku seperti “orang cacat” sebenarnya bentuk pendidikan untuk mengajarkan bahwa “perilaku cacat” tidak boleh dilakukan oleh manusia. Sementara perilaku binatang untuk menyindir kelakuan manusia yang seperti hewan. Manusia, ya berperilakulah selayaknya manusia.

Negeri Baruppu’: Banua Sura’, Membuka Makam dan Resiliensi Talas

Masyarakat adat Baruppu’ memiliki keunikan sendiri dibanding wilayah Toraja lainnya terkait ritus ini. Di wilayah adat Toraja lain, mayat akan dikeluarkan dan dibersihkan. Dalam pelaksanaannya juga, mayat akan diatur dalam posisi berdiri, sehingga memunculkan stereotip “mayat berjalan” atau “mayat berdiri” di Toraja.

Punde: Antara Resiliensi dan Mitologi

Alkisah, jika ada orang-orang yang mempunyai nabalia (kemampuan khusus) sedang memotong padi, kerap mereka melihat ada darah keluar dari tangkai padi ladang. Hal inilah yang menjadi keyakinan bahwa punde juga memiliki jiwa layaknya manusia.

Tataha’an Toitow, Bengkel Waruga di Wanua Ure Tiniwa’an

21 Mei 2025 “Jangan sampai berbagai bentuk pembangunan, keserakahan manusia, kemudian harta berharga itu hilang. Kalau itu hilang, berarti kita kehilangan bukti sebagai pemilik tanah...

Manuk A’pak: Menyegarkan Kebaikan Alam untuk Manusia di Mamasa

Terlepas dari kepercayaan yang dianut oleh pemeluk agama Aluk, ritual manuk a’pak dilakukan bukan hanya dilaksanakan dalam rangka melakukan penyembahan kepada dewata, tapi juga sebagai bentuk kecintaan manusia kepada alam tempat mereka tanggal. Inilah alasan kenapa para pemeluk Aluk sangat menghargai alam dalam kehidupan mereka sehari-hari.

Menyelami Parepei dan Wale Mapatik, Menguak Rahasia Sejarah

Hal yang sangat penting, belajar sejarah bisa membantu agar tidak kehilangan identitas dan wilayah suatu bangsa. Karena belajar sejarah adalah bagian dari bagaimana mempertahakan identitas dan peradaban suatu bangsa.

Mamasa Mamase: Terpaksa Mase-Mase dari Masa ke Masa

Dari masa ke masa, pemerintah kabupaten Mamasa sepertinya belum bisa membawa daerah ini menjadi satu daerah yang “Mamase”, satu daerah yang memberi kasih sayang dan kesejahteraan terhadap seluruh rakyatnya. Mamasa masih digunakan oleh segelintir orang untuk memperkaya diri sendiri dan kolega.

Bupati Sederhana Pencinta Budaya Sangihe, Sahabat Pierre Tendean

Pak Mende mengajarkan kita filosofi taumatang Sangihe, ‘Masana’ kere wombokang, sualung keng duku’ batu’. Maknanya, sudah rendah hati, sopan, santun. Kalau mau jadi pemimpin harus seperti ini. Jangan melihat ke atas, tapi harus tau merunduk untuk melihat ke bawah.

Membaca Bencana: Relasi Manusia, Sang Khalik dan Alam Semesta dalam Kosmologi Minahasa

Alam ini sangat penting, sebab alam itu tempat berpijak, manusia makan dari hasil tanah ini, dari alam ini. Karena itu penting sekali manusia harus menjaga sumber kehidupannya. Dengan tidak menjaga sumber kehidupan, manusia sendiri akan meracuni dirinya sendiri. Berarti ia mau membuat dirinya dan anak-cucunya turun-temurun mati perlahan-lahan.

Watu Laney: Batu Licin Penghalau Lalim

Watu laney naria, tino'tolan umbale niow e ndoon, nianamo mahalentekokan tarendem lewo' ne kawanua e ndoon

🖥️ Best Viewed on Desktop

Anthropocelebes.org is designed for the best reading and research experience on desktop or laptop computers. Mobile support is currently limited.

Android (Chrome) Tap in the upper-right corner, then choose Desktop site.
iPhone / iPad (Safari) Tap aA in the address bar, then choose Request Desktop Website.