Arkeologi bagi Anthropocelebes bukan sekadar upaya menggali masa lalu, melainkan proses merawat ingatan, identitas, dan hubungan masyarakat adat dengan tanah leluhur mereka. Banyak situs, artefak, dan lanskap budaya di Sulawesi tidak dapat dipisahkan dari cerita hidup, praktik ritual, dan pengetahuan yang masih dijaga oleh komunitas hingga hari ini.
Melalui Penelitian Arkeologi Bersama, Anthropocelebes membuka ruang kolaborasi antara masyarakat adat, pemuda, tetua, peneliti komunitas, dan mitra akademik untuk mendokumentasikan dan memahami warisan arkeologi Sulawesi secara adil, bermartabat, dan berpihak pada komunitas.
Pendekatan Kami
Penelitian arkeologi yang kami lakukan berangkat dari prinsip bahwa masyarakat adat adalah pemilik pengetahuan, penjaga situs, dan pengambil keputusan utama atas warisan budaya mereka. Anthropocelebes tidak memposisikan diri sebagai otoritas tunggal, melainkan sebagai fasilitator teknis yang mendukung proses penelitian berbasis komunitas.
Seluruh kegiatan penelitian dilakukan melalui dialog, persetujuan bersama, dan penghormatan terhadap nilai adat. Pengetahuan lisan, ingatan kolektif, dan praktik budaya dipandang setara dengan data material dan temuan ilmiah.
Fokus Penelitian
Penelitian arkeologi bersama Anthropocelebes mencakup, namun tidak terbatas pada
situs megalitikum dan lanskap budaya
kubur batu, struktur pemakaman, dan ruang sakral
permukiman kuno dan jejak aktivitas leluhur
artefak budaya dan teknologi tradisional
hubungan antara situs arkeologi dan praktik adat yang masih hidup
Setiap fokus penelitian ditentukan bersama komunitas sesuai dengan kebutuhan, kepentingan, dan konteks lokal.
Peran Masyarakat Adat
Dalam setiap penelitian, masyarakat adat terlibat sebagai
penentu arah dan tujuan penelitian
penjaga pengetahuan dan narasi lokal
peneliti komunitas dan pendokumentasi lapangan
pengambil keputusan atas penggunaan dan publikasi data
Hasil penelitian tidak boleh merugikan komunitas dan harus memberikan manfaat nyata, baik untuk pendidikan, pelestarian budaya, maupun advokasi perlindungan situs.
Etika dan Perlindungan Situs
Anthropocelebes menerapkan prinsip etika ketat dalam penelitian arkeologi
tidak ada penggalian atau dokumentasi tanpa persetujuan komunitas
penghormatan terhadap situs sakral dan ruang ritual
larangan pengambilan artefak tanpa kesepakatan adat
perlindungan data sensitif terkait lokasi dan pengetahuan tertentu
penolakan terhadap praktik ekstraktif dan komersialisasi warisan budaya
Kami percaya bahwa pelestarian lebih penting daripada eksploitasi.
Hasil dan Pemanfaatan Penelitian
Hasil penelitian arkeologi bersama dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk
arsip komunitas dan dokumentasi lokal
publikasi populer dan edukatif
materi pendidikan budaya bagi generasi muda
bahan advokasi perlindungan situs dan wilayah adat
pameran dan penayangan publik berbasis persetujuan komunitas
Seluruh publikasi dilakukan dengan atribusi yang adil dan pengakuan penuh terhadap komunitas.
Bergabung dalam Penelitian Bersama
Anthropocelebes mengundang komunitas adat, pemuda, peneliti, dan institusi yang memiliki komitmen etis untuk terlibat dalam penelitian arkeologi bersama. Setiap kolaborasi harus menghormati kedaulatan pengetahuan dan hak masyarakat adat atas warisan budayanya.
Meneliti bersama.
Merawat ingatan.
Menjaga warisan leluhur Sulawesi.

